Tenis bercampur sepakbola … bagaimana ya?


Masih ingatkah Anda dengan gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang beberapa waktu yang lalu? Gempa tersebut diyakini merupakan salah satu gempa terdahsyat yang pernah terjadi di dunia. Korban tewas juga mencapai puluhan ribu. Data terakhir menyebutkan, lebih dari 10.000 orang tewas disapu tsunami. Belum lagi bahaya radiasi nuklir yang katanya dampaknya bisa sampai ke Amerika Serikat. Waduh!

Hal tersebut mengundang simpati dunia. Indonesia saja mulai menggalang dana, belum lagi dana dari dunia internasional. Perekonomian Jepang bisa lumpuh total – untung banyak negara yang membantu. Even yang satu ini diyakini membantu Jepang.

Even yang satu ini bukan even sembarangan. Even ini merupakan pertandingan sepakbola. Bukan pertandingan sepakbola yang dilakoni orang-orang biasa dan di lapangan biasa. Tetapi, pertandingan ini diselenggarakan di sela-sela penyelenggaraan Miami Masters dan beranggotakan pemain tenis. Apa jadinya ya?

Pertandingan ini juga sangat unik – karena pertandingan ini hanya berlangsung selama 40 menit. Jadi, 20 menit untuk babak pertama dan 20 menit untuk babak kedua. Itu belum termasuk istirahat yang harus dilakoni kedua kubu. Tetapi, pertandingan ini juga agak unik. Karena tim yang beranggotakan pemain tenis harus berhadapan dengan tim yang beranggotakan pemain sepakbola murni. Nah, pertanyaannya adalah – yang main ATP, WTA, atau campur?

Kalau kita lihat, banyak pemain ATP suka sepakbola. Ada yang menjagokan Juventus, ada yang menjagokan Manchester United, ada yang begini: “Kalau saya tidak menjadi pemain tenis, saya menjadi pemain sepakbola.”, dan lain sebagainya. Yang pasti, fakta-fakta unik tentang tenis dan sepakbola tersebar di seluruh dunia. Sedangkan pemain WTA yang suka sepakbola mungkin hanya beberapa – mungkin juga hanya bisa dihitung jari.

Dalam sepakbola, jumlah pemain pada umumnya adalah 11 dan belum termasuk pemain di bangku cadangan dan skuat penuh. Tapi, di lapangan sudah pasti jumlahnya 11. Pemain ke-12 = SUPORTER! (katanya … tapi kalau di sini suporternya mana?).

Jawabannya adalah: ada 11 pemain ATP bermain dalam tim ATP World Tour Allstars. Itu belum termasuk pemain cadangan. Jumlahnya mungkin ada 16, ditambah 5 pemain di bangku cadangan. Akan tetapi, ada satu yang aneh – pelatih fisioterapi dari Richard Gasquet menjadi kiper. Tidak masalah – tetapi pemain yang lebih tinggi seharusnya cocok menjadi kiper (misalkan Ivo Karlovic – tingginya kira-kira 2 meter!). Lawan yang mereka hadapi adalah klub sepakbola profesional Fort Lauderdale Strikers. Klub tersebut bermain dalam salah satu liga sepakbola di Amerika Utara – North American Soccer League (NASL).

Pertandingan tersebut bertajuk Hope Match for Japan, diselenggarakan pada hari Rabu sore waktu setempat di lapangan Ranson Everglades School di Miami. Penontonnya – tidak banyak tidak sedikit, cukup banyak. Sayangnya, pertandingan ini tidak disiarkan secara langsung – karena berbenturan dengan beberapa jadwal pertandingan Sony Ericsson Open 2011. Kita hanya dapat mengetahui hasilnya lewat internet. Bahkan, di televisi pun tidak ada! Jikalau ajang ini ditayangkan, jumlah penonton bisa melebihi 1 juta.

Tidak semua pemain ATP bergabung dalam tim tersebut. Penasaran? Berikut ini adalah skuat yang dimainkan oleh para pemain ATP dalam pertandingan persahabatan ini: (peringkat – nama)

SKUAT INTI

2 – Novak Djokovic (SRB) (C)

62 – Kei Nishikori (JPN)

41 – Feliciano Lopez (ESP)

35 – Juan Monaco (ARG)

18 – Richard Gasquet (FRA)

17 – Viktor Troicki (SRB)

5 – Andy Murray (GBR)

24 – Marcos Baghdatis (CYP)

16 – Jo-Wilfried Tsonga (FRA)

10 – Jurgen Melzer (AUT)

beserta pelatih fisioterapinya Gasquet (jadi kiper)

BANGKU CADANGAN

23 – Alexandr Dolgopolov (UKR)

47 – Potito Starace (ITA)

94 – Ruben Ramirez Hidalgo (ESP)

33G – David Marrero (ESP)

1 – Rafael Nadal (ESP)

6 – David Ferrer (ESP)

PERINGATAN: Peringkat bukan jaminan nomor punggung para pemain

Mungkin pemain lain bingung – “Kok aku enggak diajak??” – karena banyaknya pemain yang menggandrungi olahraga ini. Dan bisa saja ada lagi yang bingung – “Eman enggak ditonton” – karena tidak ditayangkan. Dan ada lagi yang bingung – “Ini seru enggak sih?” – karena dilewatkan (tidak ada yang menayangkan dan informasinya beredar di internet).

Masih ada lagi pertanyaan yang muncul dari pertandingan ini. Siapakah yang menjadi wasit dan asisten wasitnya? Apakah pemain ATP atau warga lokal jadi wasit? Ataukah wasit sepakbola permanen yang menjadi wasitnya? Terus statistik pertandingannya bagaimana? Yang pasti, pertandingan berjalan seru dan ketat!

Priit! Babak pertama dimulai. Atmosfer pertandingan – naik. Overtight mode: on. Pertandingan berlangsung cukup ketat. Tidak diketahui berapa gol yang tercipta pada babak pertama ini. Yang pasti, suasana pesta tetap ada. Maksudnya, suasana pesta gol. Bisa saja kedua kubu bermain menyerang, mengingat jalannya pertandingan seru.

Babak pertama berlangsung 20 menit, seperti apa yang disampaikan tadi. Belum termasuk babak istirahat. Ini pasti langsung membuat bingung – “Ada pemain yang datang enggak di tengah-tengah pertandingan??“. Bisa saja ya, mengingat mereka ingin menonton sepakbola – mencari waktu istirahat karena turnamennya akan dimulai.

Priit! Babak kedua dimulai. Terlihat kedua kubu bermain menyerang. Sepakan demi sepakan terlihat dari kedua kubu. Pertandingan berlangsung ketat. Kita juga belum mengetahui berapa kartu kuning dan merah yang dijatuhkan wasit dalam pertandingan ini. Kemungkinan yang ada – 1 gol bernilai uang beberapa dolar – mengingat pertandingan ini merupakan pertandingan persahabatan.

Atmosfer pertandingan kembali naik. Tensi pertandingan meningkat. Gengsi semakin naik. Begitulah keseruan yang terjadi dari pertandingan ini. Pasti ada pertanyaan – “VUVUZELANYA MANA??“. Perlu diingat, semenjak Piala Dunia 2010 berakhir, banyak orang menjadi demam vuvuzela. Maksudnya, mereka lebih menyukai vuvuzela walaupun bising. Vuvuzela merupakan salah satu terompet khas Afrika Selatan. Mendengarnya saja seperti suara tawon. (identik dengan spelling bee kali … enggak nyambung blas!)

Peluit panjang berbunyi. Skor berakhir 4-2 untuk Fort Lauderdale Strikers. 2 pemain ATP berhasil melesakkan gol, yaitu Andy Murray dan Marcos Baghdatis – tidak diketahui di menit ke berapa. Yang pasti, kedua kubu bermain cukup bagus sehingga pertandingan berjalan seru. Misi mereka kuat – membantu rakyat Jepang dalam mengatasi bencana yang baru terjadi. Tidak hanya itu, mungkin saja pertandingan ini membantu “menyegarkan diri” para pemain jelang Miami Masters.

Banyak peluang yang didapatkan oleh pemain kedua kubu. Sayangnya, cerdiknya kiper masing-masing yang cerdik membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Andaikata banyak peluang dikonversi menjadi gol, maka skor bisa berubah menjadi 10-9 atau lebih – sebetulnya tidak mungkin dalam pertandingan sepakbola sebesar ini – mungkin terjadi kalau kipernya tidur!!

Pemain yang dinobatkan menjadi Man of the Match adalah Marcos Baghdatis. Pemain berperingkat 24 dunia ini membantu para pemain lain dalam menciptakan peluang maupun mengkonversinya menjadi gol. Bisa saja ia menjadi pengatur serangan dari tim ATP World Tour Allstars, maka dari itulah pertandingan berjalan ketat – karena kedua kubu tampil menyerang.

Semoga pertandingan ini menginspirasi kita untuk menggalang dana bencana Jepang!

Perihal tatasport
I'm the big fan of sports, music, and spelling bee. But for the music, I'm interested in European music because I"m bored with World Hits, and I also interested in Indonesian folk songs, such as Ampar-Ampar Pisang. The sports that I like most is tennis and soccer. For the spelling bee, I like the most to compete at Scripps National Spelling Bee, but I think that may be not realized, so I want to compete at MaRRS International Spelling Bee by online qualification. Plus, at the spelling bee, my best is the semifinalist of regional competition.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: