Tentang

Blog ini adalah salah satu blog yang memberitakan apa yang terjadi tentang perkembangan turnamen tenis dan tentunya, Kontes Lagu Eurovision. Seperti yang kita ketahui, Kontes Lagu Eurovision adalah kontes lagu paling populer di Eropa. Dengan penontonnya yang mencapai jutaan di seluruh dunia, maka kontes ini bisa dikatakan kontes paling sukses di Indonesia.

Pertama kali Kontes Lagu Eurovision diadakan pada tahun 1956, dimana Swiss keluar sebagai juaranya, dengan lagu “Refrain” yang dinyanyikan oleh Lys Assia. Fakta menariknya adalah, Lys Assia adalah satu-satunya peserta yang mengikuti kontes tiga kali berturut-turut. Sementara pada tahun ini (2011), Lena Meyer Landrut baru mengikuti kontes untuk kedua kalinya berturut-turut, setelah menang pada tahun lalu dengan lagunya “Satellite”.

Sayangnya, kabar buruk menimpa Islandia. Penyanyi yang sebetulnya memenangkan ajang seleksinya, Sigurjón Brink, meninggal secara mendadak 3 minggu sebelum semifinal ketiga. Pada akhirnya, rekan-rekannya yang tergabung dalam grup Sigurjón’s Friends (seperti Klantink, tapi bukan band) memutuskan mengikuti seleksi dengan lagu yang sama. Toh, pada akhirnya, mereka memenangkan seleksi dan dapat mewakili Islandia di Kontes Lagu Eurovision 2011.

Dari kontes inilah, banyak penyanyi atau band terkenal bermunculan, misalkan Celine Dion. Bermodal memenangkan kontes ini pada tahun 1988, ia menjadi penyanyi populer dunia beberapa saat setelah kemenangan tersebut. Dan masih banyak lagi contoh penyanyi atau grup band, yang dari kontes ini langsung populer ke seluruh dunia.

Sistem pemungutan suaranya pun sama. Melalui SMS, setiap negara peserta dapat memungut suaranya. Kemudian, mereka menjadikan itu sebagai poin dan dibacakan oleh juru bicara setiap negara peserta. Setiap negara peserta memberikan poinnya dengan urutan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, dan 12. Akan tetapi, baik yang mengirimkan suaranya melalui SMS dan telepon tidak boleh memberikan suaranya kepada negaranya sendiri.

Salah satu fenomena unik yang terjadi dalam kontes ini adalah adanya juara bersama. Itu terjadi pada tahun 1969, dimana Spanyol, Perancis, Belanda, dan Britania Raya, memenangkan kontes tersebut setelah meraih nilai 11. Tidak hanya itu, panitia belum menyediakan peraturan seandainya ada beberapa negara mendapatkan skor yang sama dan berada di urutan pertama.

Ada sekitar 43 peserta mengikuti kompetisi ini pada tahun 2011, dan jumlah tersebut adalah jumlah yang paling besar sepanjang sejarah, pernah dicatat juga pada tahun 2008. Akan tetapi, negara-negara jazirah Arab yang berhak mengikuti kontes, tidak ingin mengikuti kompetisi karena alasan politik, yaitu hanya gara-gara Israel (bukannya menciptakan perdamaian, malah menghindar. Gimana sih?). Sebetulnya, pada tahun 1980, ada negara Arab berpartisipasi, yaitu Maroko. Mereka memanfaatkan saat dimana Israel tidak mengikuti kontes. Sedangkan skandal terbesar didapat oleh Yordania, dimana mereka tidak menyiarkan kontes secara penuh, dan tidak menyiarkan penampilan Israel dan menggantinya dengan gambar bunga. Mereka (Yordania) juga sempat berbohong bahwa Belgia-lah yang menjadi juara. Pada kenyataannya, Israel yang keluar sebagai juara. Ada kasus serupa pada tahun 2005. Awalnya, Lebanon memutuskan untuk mengikuti kontes. Akan tetapi, hanya karena Israel ikut, maka Lebanon tidak jadi ikut.

Banyak diantara lagu-lagu peserta yang menempat tempat teratas tangga lagu Eropa. Seperti lagu pemenang tahun lalu, mereka mendapatkan nomor 1 di berbagai tangga lagu Eropa. Wah, selamat ya!

Kemudian, jika saya perhatikan, lagu-lagu mereka agak sedikit bermutu. Sedangkan di Indonesia, lagu yang sedang berada di tangga lagu yang bermutu berapa? Kualitas musik kita bagaimana? Itulah yang patut ditanyakan. Pertanyaannya, masa lagu yang sedang naik di tangga lagu, seperti lagu I Heart You dari Smash, malah lebih populer dibanding lagu daerah seperti Ampar-Ampar Pisang atau Gundul-Gundul Pacul? Seharusnya, di samping kita menyukai lagu itu, kita juga seharusnya membantu melestarikan lagu-lagu daerah, daripada punah, bukan? Walau agak ketinggalan jaman, tetapi sadarlah, itulah kekayaan bangsa kita! Masa kalah sama negara lain?!? Nanti kalau diklaim negara lain tetapi itu milik kita, bagaimana? Lestarikan saja, daripada punah! (mengunduh lagu daerah malah lebih baik, bukannya membantu? Walau kita punya sedikit lagu daerah di komputer jinjing, itu juga membantu, bukan? -sekalian nyanyikan saja di kamar mandi-)

 

 

Akhir kata, itulah sekilas tentang situs ini dari saya. Sampai jumpa di posting selanjutnya!

One Response to Tentang

  1. sergey lazarev mengatakan:

    Loh rupanya di Indonesia ada penggemar Eurovision juga ya? kl boleh tau adminnya siapa ya? salam kenal ya.
    Orang eropa sana sering tanya , apa eurovision di Indonesia populer??Ga tau jg ya, nih sj sy bru tahu kl ad blog sperti ini.
    Jujur sy setuju, lagu2 di eurovision asyik2, nyaman di telinga. Saat ini di negara kita, musik hnya berkiblat pada US dan Korea aja ( chart, singer dll ), itu yg buat bosan. Tengok sj seandainya para kontestan dl Hungary, Slovenia, Ukraine, Austria , UK, Germany di ESC 2011, mereka punya lagu bagus dan karakter suara yg ga bisa diragukan lg. Tapi menurut sy lagu eropa hanya sedikit yg suka , kurang asyik mungkin drpd lagu dr US atau Korea.
    Ya sudahlah , yuk mari yg suka ESC kita dukung peserta favorit kita di ESC 2012.
    Merci

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: